Tanda-tanda Pasangan Berbohong Yang Perlu Kamu ketahui

Tanda-tanda Pasangan Berbohong — Tanda-tanda Pasangan Berbohong Yang Perlu Kamu ketahui- Seseorang berbohong kepada pasangan umumnya karena ia tidak ingin melukai hati pasangannya, atau ada sesuatu yang ditutupi. Sulit bagi kita mengetahui kapan pasangan berbohong. Namun menurut studi terbaru, ada cara sederhana untuk mengenali gelagat pasangan yang berbohong, yaitu dengan melihat mata pasangan. Studi itu diteliti oleh Jack Schafer, PhD, profesor di Western Illinois University’s Law Enforcement and Justice Administration (LEJA) Department dan dimuat ke dalam jurnal Psychology Today.

Schafer mengatakan, kita perlu menetapkan dasar atau patokan sebagai pembanding agar tes ini berfungsi mirip seperti tes detektor kebohongan. Amati karakteristik pasangan dalam kondisi normal untuk membantu membedakan kebenaran dan kebohongan yang dibuat pasangan. Berdasarkan serangkaian penelitian, Schafer menjelaskan ketika orang berbohong, maka pupil mata akan membesar. Pasalnya, berbohong menyebabkan peningkatan permintaan kognitif dan pelebaran pupil menunjukkan peningkatan permintaan kognitif.

Tanda-tanda Pasangan Berbohong Yang Perlu Kamu ketahui

Saat pasangan berusaha membuat cerita atau penjelasan yang tidak memiliki kebenaran, otak mereka akan memprosesnya secara berbeda. Tentu saja, ada beberapa orang yang lebih baik dalam hal berbohong jika ia sudah sering berbohong sebelumnya. Satu studi yang diterbitkan ke dalam jurnal Frontiers in Psychology melibatkan 48 mahasiswa di Cina untuk melihat apakah berbohong bisa menjadi tindakan yang otomatis dengan latihan.

Ciri Ciri Pasangan Berbohong

Namun ada tanda-tanda pasangan berbohong yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  • Pasangan menunjukkan tanda stres Bagi kebanyakan orang, terutama yang menghargai kejujuran, kebohongan besar lebih sulit untuk disampaikan. Jika kita melihat tanda-tanda stres pada pasangan, kemungkinan kita sudah mendeteksi kebohongannya. Roger Strecker, Sr, interogator analisis perilaku yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang penegakan hukum, belum lama ini mengungkapkan pendapatnya kepada NBC News. “Sistem ganglia limbik dan basal adalah dua komponen penting dari otak manusia yang mengendalikan pemrosesan stres dan atribut penipuan nonverbal yang ditunjukkan manusia,” tuturnya.

 

  • Memberikan informasi terlalu banyak atau terlalu sedikit Orang sering mengabaikan detail saat berbohong. Namun bagi orang yang berbohong, semakin banyak ucapan yang keluar dari mulutnya, maka ia akan berisiko menerima semakin banyak pertanyaan dari pasangannya. Para ahli mengatakan, orang yang berbohong biasa melakukan overshare atau memberikan informasi terlalu banyak untuk mengalihkan perhatian dan membuat dia tampak percaya diri.

 

  • “Ketika seseorang memberi Anda terlalu banyak informasi, yang tidak diminta dan terlalu detail, ada kemungkinan sangat tinggi bahwa dia tidak mengatakan yang sebenarnya.” Demikian kata Lillian Glass, analis perilaku dan pakar bahasa tubuh. “Jika Anda mengamati sikap kaku dan tanpa gerakan, itu umumnya merupakan tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.”

 

  • Traci Brown, ahli bahasa tubuh yang berpartisipasi dalam program pelatihan penipuan dengan anggota FBI menjelaskan tanda seseorang yang berbohong dengan cara ini. “Pikiran bekerja terlalu banyak termasuk mengarang cerita, mencari tahu apakah mereka dipercaya, dan menambahkan cerita yang sesuai.” “Jadi isyarat normal yang biasanya terjadi tepat sebelum memberikan pernyataan, justru terjadi setelah mereka memberikan pernyataan,” sebut dia.