https://2.bp.blogspot.com/

Sibolga, Negeri Wisata Sejuta Pesona

Liputanberitaku.com– Saat mendengar kata “Sibolga“, apa yang pertama kali Anda pikirkan? Kota-kota kecil, daerah pesisir, Anda bahkan tidak tahu apa itu “Sibolga”. Mungkin banyak orang yang belum mengenal negara wisata ini.

Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Kota Siboga merupakan salah satu tempat wisata tersembunyi di Kabupaten Tapanuri Tengah.

Kota Sibolga terletak pada garis 10 44 LU dan 980 47 BT, Sebelah Utara, Timur, Selatan dan Barat berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah. Kota Sibolga mempunyai wilayah seluas 3.536 Ha yang terdiri dari 1.126,67 Ha daratan Sumatera, 23,32 Ha daratan kepulauan dan 2.171,01 Ha lautan.

https://1.bp.blogspot.com/

Dari Kota Medan ke Kota Siborga membutuhkan waktu sekitar 12 jam melalui jalur darat dengan biaya sekitar Rp 150.000, sedangkan pesawat memakan waktu sekitar 1 jam dengan tarif pesawat sekitar Rp500.000.

Sepanjang perjalanan menuju sibolga melalui jalur darat kita dapat menemukan berbagai obyek wisata salah satu yang terkenal adalah wisata batu lubang peninggalan kolonial belanda yang terletak di daerah hutan Tapanuli Tengah. Ketika melakukan perjalanan dari jalur udara, luasnya pantai pasir putih, kawasan hutan mangrove dan hijaunya hutan Tapanuli akan terlihat memanjakan mata. Saat tiba di sibolga semerbak aroma pantai dan hembusan angin yang sedikit kencang akan membawa kita pada sensasi nuansa pantai.

Di kota wisata ini kita bisa menikmati banyak hal. Sibolga terkenal dengan keindahan ekowisata dan bisa membuat siapa saja jatuh cinta.

Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan KKPD yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/629/KPTS/2017 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Meliputi sebagian besar Teluk Tapian Nauli dan Pulau Mursala dan sekitarnya yang mencapai luasan 81.243 Ha. Pulau Mursala memiliki kawasan ekosistem mangrove berkisar antara 75-360 m, dengan jenis mangrove tersebut terdiri dari 14 mangrove sejati dan 3 mangrove ikutan yaitu Pandan (Pandanus Tectorius), waru laut (Thespesia populnea), dan ketapang (Terminalia catappa) (Ahmad et al., 2020).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#artikel-asli