Awal Mula Karir Band Linkin Park

Awal Mula Karir Band Linkin Park

www.liputanberitaku.com—Linkin Park adalah band rock metal alternatif asal California, AS. Band ini pertama kali dibentuk oleh Mike Shinoda (vokal dan gitar) dan Brad Delson (gitar) saat mereka masih aktif di bangku SMA. Band pada saat itu bernama “Xero”.
Tak lama kemudian, Rob Bourdon (drums) bergabung dengan Xero untuk mengisi posisi drummer. Orkestra kemudian tampil sebagai penerjemah di festival musik sekolah hingga lulus.
Dave Farrel (bass) dan Joe Hahn (keyboard) kemudian bergabung dengan Xero saat ia masuk perguruan tinggi. Sedangkan untuk penyanyi, Mark Wakefield dipekerjakan dan segera digantikan oleh Chester Bennington. Perjalanan Xero ke studio rekaman tidak terganggu. Nama band mereka, Xero, diubah karena sudah ada yang menggunakan nama itu. Akhirnya, nama band diubah menjadi “Hybrid Theory”. Tak lama kemudian, mereka berhasil merilis mini album pertama mereka, “Hybrid Theory EP” (1999). Namun album ini hanya diproduksi seribu keping di pasaran.

Chester kemudian mengusulkan nama Linkin Park, terinspirasi dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Sekali lagi, mereka harus mengganti nama band karena Hybrid sudah digunakan oleh band lain. Sampai saat ini, Linkin Park adalah nama band mereka.
Karier Linkin Park mulai berkembang ketika mereka merilis album pertama mereka, “Hybrid Theory” (2000). Lagu-lagu top seperti “Crawling” dan “In the End” telah terjual 15 juta kopi album ini.
Linkin Park memenangkan tempat pertama dalam kategori Video Rock Terbaik di MTV Awards untuk album kedua mereka, “Meteora” (2003). Single “Somewhere I Belong”, “Faint” dan “Numb” sukses merilis album mereka di top 3 AS pada tahun 2003.
Karena karirnya yang cemerlang, Linkin Park mendapat tawaran dari MTV untuk bekerja dengan Jay-Z. Dua single dirilis dari kolaborasi ini, yaitu “Numb” (remix) dan “Encore”. Kedua single ini sukses menyabet Grammy Award 2004 untuk Lagu Rap Terbaik dan Kolaborasi Terbaik.

Baca Juga  Menyambut Bulan Suci Ramadan dengan Lomba Dai Ibu dan Anak

Setelah konser amal Linkin Park ketiganya, dia kembali dengan albumnya “Minutes to Midnight” (2007). Linkin Park sendiri tidak bermain-main untuk membuat album ini hebat, karena mereka harus memilih 12 lagu dari 100 judul yang dikirimkan. Album ini menjadi hit di pasaran lagi, dengan 625.000 eksemplar terjual pada minggu pertama rilis. Unggulan “What I Done” juga berhasil memenangkan daftar Billboard.
Linkin Park kemudian merilis berbagai soundtrack. Ini termasuk “Leave All The Rest” untuk “Twilight” dan single “New Divide” untuk “Transformers: Revenge of the Fallen”. Kemudian, Linkin Park kembali dengan album keempat dan kelima mereka, “The Thousand Suns” (2010) dan “Living Things” (2012).
Linkin Park menghadapi masalah umum ketika Chester memutuskan untuk bergabung dengan proyek mini album dengan band rock Stone Temple Pilots. Album “High Rise” secara resmi dirilis pada 19 Mei 2013 dengan judul “Stone Temple Pilots with Chester Bennington”.
Banyak fans yang mengira bahwa Chester telah meninggalkan Linkin Park dan bergabung dengan Stone Temple Pilots. Namun, Linkin Park membantahnya. Mereka menunjukkan solidaritasnya dengan Steve Aoki, musisi Amerika, pada Agustus 2013 melalui lagu “A Light That Never Comes”. Menurut Mike Shinoda, lagu ini muncul di album keenam Linkin Park yang dirilis pada tahun 2014.

Linkin Park telah dihentikan selama dua tahun sejak 2004. Shinoda juga menghabiskan waktunya mengerjakan proyek Fort Minor. Sementara itu, Chester telah menyelesaikan proyek Dead by Sunrise.

sumber gambar: static.dw.com

Baca Juga : Sejarah Musik Pop Di Indonesia

Selama ini, Chester mengalami depresi berat dan sering mengurung diri di dalam rumah. Pernikahan dengan Samantha menjadi perhatian sejak dia bergabung dengan Linkin Park. Mereka bercerai pada 2005. Tahun berikutnya, Chester menikah dengan Talinda Ann Bentley dan memiliki tiga anak.

Baca Juga  4 Jenis Genre Musik yang Digandrungi Generasi Milenial

Sekarang staf Linkin Park dan keluarga mereka harus berpisah dengan menyakitkan dari Chester. Chester bunuh diri di Los Angeles pada Kamis pagi, 20 Juli 2017, waktu setempat. Palos Verdes Estates digantung pada hari ulang tahun Chris Cornell, sahabatnya. Sebelumnya, Cornell tewas dalam kasus bunuh diri serupa di sebuah hotel Detroit pada 18 Mei 2017.