Apa itu Tahammul Wal Ada

Apa itu Tahammul Wal Ada–Tahammul dalam bahasa berarti “menerima” dan Ada “menyampaikan”. Dikombinasikan dengan kata al-hadits, Tahammul hadits berarti “transmisi riwayat hadits”. Hubungan antara perawi dan perawi lainnya adalah penerimaan dan transmisi cerita hadits.
Dalam ilmu hadits ada istilah seperti At-tahamul dan Al-ada’. At-tahamul menerima dan mendengar riwayat hadits dari seorang guru dengan menggunakan metode tertentu. Sedangkan Al-ada’ artinya menyampaikan atau meriwayatkan suatu hadits kepada orang lain. Sedangkan Ada’ al-Hadits adalah transmisi hadis dengan cara-cara tertentu.

Persyaratan riwayat hadits:

1.Islami
Hadits harus disebarkan oleh umat Islam. Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh orang kafir dianggap tidak sah. Intinya para taring yang hanya membawa berita disimak dengan seksama, maka jelas berita (hadits) yang dibawa oleh orang kafir harus ditolak.
2. Buruk
Intinya adalah bahwa akal sehat datang dengan zaman yang memungkinkan untuk bermimpi, atau orang mampu menangkap percakapan dan memahami hukum-hukum syariat.
3. benar
Dzat adalah hakikat yang terkandung dalam jiwa yang mendorong ketakwaan dan memelihara harga diri untuk menjauhi dosa, besar dan kecil.
4. Dhanith
Maksudnya adalah perawi mampu memahami dan menghafal (menghafal) hadis gurunya, sehingga mampu mewariskan hadis yang dihafalnya sewaktu-waktu berdasarkan apa yang didengarnya dari gurunya. Dhabith bisa berupa shadri dhabith (berbasis hafalan) dan kitabi dhabith (berbasis buku catatan).
5. Ciqoh
Intinya hadits yang diriwayatkan tidak bertentangan dengan hadits yang lebih kuat atau Alquran.

Syaratmenerimahadits :

  1. Tamyis yaitu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
  2. Sehat akal pikirannya.
  3. Secara fisik dan mental orang tersebut mampu memahami dengan baik riwayat hadits yang diterimanya.

Hadits Mu’an’an
Hadits ini diriwayatkan dengan menggunakan kata pollan “an fuanin” tanpa menyebutkan kata “beritahu”, “umumkan” atau “dengarkan”.
Menurut separuh ulama, kata “an” termasuk golongan muttasil, sedangkan “anna” termasuk golongan munqathi.
contoh hadits:
كانَ النّ ص م م يوّلُ الْمَوْueة فِى الْاَامِ كرَاهةِالسمةِعَلَا.
“Nabi saw. selalu memilih momen untuk memberikan ceramah karena takut kita bosan dengan ceramah-ceramah tersebut.” (HR Bukhari).
Hadits mu’an’an ini, banyak ditemukan kebenarannya dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.

Demikian Ulasan Pertanyaan Tentang :Apa itu Tahammul Wal Ada , Jika ada jawaban lain silahkan menghubungi redaksi liputanberitaku. Terima Kasih!