Review Sony A1: Mirrorless Camera Alpha

Review Sony A1 — Sony sudah lama melebihi kompetitor camera mirrorless full-frame, dan benar-benar mengagetkan saat Canon melawannya dengan 2 mode hebat, EOS R5 dan R6. Disamping itu, Sony menaklukkan Sony dengan mengenalkan camera video 8K pertama. Saat ini Sony lakukan serbuan balik unggulan anyarnya, A1 8K, dengan 50 megapiksel.

Pada harga $ 6.500, A1 terang diperuntukkan untuk pemakai professional yang cari nafkah dengan camera mereka. Tetapi, sebagai camera mirrorless paling atas Sony, ini ialah tempat untuk tampilkan sensor terkini, konsentrasi automatis, EVF, dan yang lain yang kemungkinan ada di mode masa datang.

Selainnya mengepak video 8K, A1 mempunyai feature yang belum pernah kami saksikan pada camera mirrorless, seperti kecepatan alat rekaman 30 megapiksel untuk gambar RAW 50 megapiksel dan jendela incar electronic 240 Hz dengan akurat 9,44 juta. Ini harus jadi kemampuan video dan photografi, tapi bagaimana A1 bisa berdamai dengan salah satu tandingan sebetulnya, R5? Silahkan kita cari info.

 

Bodi and handling

Sony menghasilkan suku cadang camera dan camera dan sediakan beberapa suku cadang baru untuk unggulannya. Sensor CMOS pijakk-belakang 50,1 megapiksel semua baru, bukan hanya memberinya photo resolusi tinggi tapi juga kecepatan baca yang cepat sekali.

Ini sebagai camera pertama dengan jendela incar electronic OLED 240 Hz dengan 9,44 juta point Sony. EVF ini benar-benar tajam, ceria, dan responsive hingga bisa memberinya interval untuk siapa yang memandang jendela incar optik lebih bagus.

A1 mempunyai body yang paling kecil, ingat jumlahnya tehnologi didalamnya. Ukuran sama dengan A7S III dan beratnya cuman 40 gr dengan 737 gr (terhitung battery). Walau benar-benar serupa dengan A7S III, ada banyak ketidaksamaan. Ini menambah tombol model double yang bermanfaat untuk memfoto dan memusatkan sekalian gerakkan tombol video di atas ke belakang.

Ingat jika dia mengolah semakin banyak data dibanding A7S III 12 megapiksel sama ukuran body yang serupa, logis untuk pikirkan permasalahan panas berlebihan pada Canon R5. Jawaban pesatnya ialah tidak, tapi lebih dari itu dalam waktu cepat.

Review Sony A1 Tahan Cuaca

Sony menjelaskan A1 semakin kuat dan tahan cuaca dari mulanya, dan saya dapat memberikan bukti saat saya menjatuhkannya ke beton dari jarak dekat dan tidak ada guratan yang masih ada – Maaf, Sony. Ini baik sekali untuk digenggam dan dipakai, walau cengkramannya kemungkinan cukup ketat untuk orang dengan tangan besar ataupun waktu kenakan sarung tangan, khususnya untuk lensa besar.

Kontrol itu meliputi tombol rana dan bukaan, joystick, kenop kontrol, tombol model, tombol ganti rugi penerangan, dan tiga tombol yang bisa diprogram. Saya ingin semua kenop atas digembok sebagai kenop ganti rugi penerangan, bukan tombol pencet, dan tahan pelepasan canggung dari kenop yang lain.

Bila tidak, kontrol akan berasa luar biasa. Dengan A1, Sony sudah membuat pembaruan kecil tetapi riil pada dial dan tombol dan nyaris prima untuk disentuh, dibawa melancong, dan bertahan lama.

Sony sudah banjiri mekanisme menu lama dan yang baru lebih intuitif. Seperti A7S III, folder digolongkan ke kelompok, hingga mayoritas penataan gampang diketemukan. Anda dapat memakai monitor sentuh dengan menu dan bukan hanya atur konsentrasi seperti awalnya. Tetapi, tidak seperti Canon R5, Anda tidak bisa terhubung penataan yang diperlihatkan untuk diganti.

Kekurangan khusus dari A1 ialah tidak seperti R5, monitornya cuman miring dan tidak berputar-putar. Ini kelihatannya keputusan yang aneh, karena A7S III mempunyai monitor yang seutuhnya dilafalkan dan A1 mempunyai camcorder yang lebih memiliki tenaga. Ini merepotkan vlogger dan staff seseorang untuk jual bila harga tinggi tidak merintangi mereka.

Slots Double

Seperti A7S III, A1 mempunyai feature mekanisme slots double unik Sony yang terima kartu SD dan kartu type-A CFexpress yang bisa lebih cepat. Yang paling akhir tawarkan kecepatan baca dan catat 800 MB / s dan 700 MB / s, dibanding dengan 300 MB / s untuk kartu SD UHS II. Tetapi, karena tidak ada produsen camera yang memberikan dukungan CFexpress Type A, kartu tersebut susah diketemukan dan benar-benar mahal – sekarang ini sekitaran $ 400 untuk mode 160GB.

Sony masukkan banyak port yang bermanfaat ke A1. Dia mendapatkan mikrofon 3,5 mm dan jack earphone, dan port HDMI ukuran penuh yang lebih kuat dibanding port mikro-HDMI R5. Dia mempunyai port USB-C 3,2 berkecepatan tinggi yang bisa memberinya daya, ditambahkan penyelarasan flash serta port Ethernet gigabit. Yang paling akhir bermanfaat untuk photografer professional yang kemungkinan perlu mengupload gambar saat memfoto di studio atau gym, misalkan.

Dalam soal battery, A1 dipandang untuk 530 sasaran yang pantas tanpa EVF. Dengan ongkos tertentu, saya dapat ambil photo selama seharian, dan untuk kurang lebih. Perlu 75 menit untuk membikin video 8K 30p, semakin lama dari yang saya anggap. Saya mendapatkan sekitaran dua jam waktu alat rekaman dalam 4K.

Dalam soal perform pengambilan foto, A1 merusak tiap camera mirrorless yang sempat dibikin terkecuali EOS R5. Jepret photo 50 megapiksel pada 30fps yang mengagumkan dalam model rana electronic dengan AF kontinu dan eksposur automatis, atau 10fps dengan rana mekanis.

Sony menjelaskan 155 file RAW terkompresi bisa diambil saat sebelum buffer penuh. Memfoto dalam model rana electronic pada 30 fps, yang memiliki arti waktu pengambilan foto sekitaran lima detik, atau dalam model rana mekanis, 15 detik.

Transfer Cepat

Dengan kartu CFexpress, Review Sony A1 transfernya lumayan cepat untuk saya untuk mengincar secara kontinu tanpa pernah stop dalam model rana mekanis. Dengan kartu yang serupa, saya harus stop sesaat antara sasaran pada kecepatan rana electronic yang semakin tinggi, tapi tidak untuk saat yang paling lama – kemungkinan 5 atau 10 detik – saat sebelum saya bisa memberinya ledakan panjang yang lain. Ini bisa menjadi keuntungan untuk photografer olahraga atau kehidupan liar, memungkinkannya mereka ambil frame extra untuk tangkap peristiwa yang prima tanpa mengakibatkan keringat di atas penyangga yang berisi.

Salah satu downside ialah capai 30 fps saat memakai file RAW terkompresi, bergantung pada kecepatan rana dan tipe lensa. Sebagai perbedaan, R5 bisa memfoto dengan rana electronic dalam model rana mekanis yang bisa lebih cepat pada 12,5 fps dan “cuman” 20 fps. Tetapi, tidak ada batas RAW di ke-2 model itu.

Dengan kecepatan baca sensor yang semakin tinggi dan pemrosesan gambar yang bisa lebih cepat, Sony menjelaskan rana menyusut 1,5x lipat dibanding dengan A9 II – benar-benar mengagumkan mempunyai resolusi 2x lipat. sedikit lebih bagus dibanding EOS R5 dalam masalah ini. Akan tetapi, bila Anda memakai kecepatan rana 30 fps untuk photo tindakan, subyek yang bergerak cepat kemungkinan terdistorsi dalam model rana electronic, membuat kecepatan tinggi itu tidak ringkas dalam beberapa keadaan.

Kecepatan Sony A1

Saat kecepatan ini terwujud, angka fps kurang penting dibanding kecepatan dan ketepatan konsentrasi automatis. Di sini, A1 lakukan mayoritas poin penting: mencari topik yang bergerak cepat.

Dia bekerja yang baik dalam pencarian sentuh dan model diagnosis muka dan mata. Dia bisa tangkap hewan dan burung secara baik, walau tidak seandal R5. Tetapi, ini dapat lebih dihandalkan untuk beberapa orang, baik Anda merekam olahraga, acara pesta, atau foto.

Untuk subyek yang bergerak cepat, kecepatan pengambilan foto sering jauh di bawah 30 fps, khususnya saat dekat sama camera, tapi hal sama berlaku untuk R5. Lihat jika untuk betul-betul mendatangkan mekanisme konsentrasi automatis A1, Anda membutuhkan salah satunya lensa motor linier XD terkini dari Sony, seperti mode baru 24mm f / 1.4 dan 400mm f / 2.8.

A1 datang dengan stabilisasi pada tubuh 5 sumbu, tapi dengan lensa yang cocok cuman tawarkan pengurangan guncangan 5,5 setop. Canon R5 tawarkan 8 penataan hingga Anda bisa memfoto pada kecepatan rana yang sedikit lamban dan masih tetap ambil photo yang tajam.

 

Gambar Quality

Perform di antara ke-2 mode ini cukup ketat, tapi Review Sony A1 melampaui R5 dalam kualitas gambar. Sony nampaknya sudah capai formulasi pengetahuan warna yang baik sekali dan hasilkan kesetimbangan di antara warna kulit yang membahagiakan dan ketepatan warna. Ini dibanding dengan mode full-frame Sony awalnya, yang condong mengganti warna kulit jadi ungu. Tetapi, lepas dari perubahan terbaru, beberapa photografer masih lebih menyenangi warna kulit Canon yang lebih hangat.

Sony mengeklaim jika bentang aktif A1 A1 pada tingkat ISO yang lebih rendah ialah 15 cara, dan itu gampang dipercayai. Saat memfoto gambar RAW, Anda bisa mengembalikan detil dari sorotan dan bayang-bayang yang kurang jelas. Depresi tinggi saat memfoto di bawah cahaya matahari yang ceria atau di ruang dengan penerangan redup.

Dan untuk camera pengertian tinggi, A1 tawarkan keadaan sinar redup yang baik sekali, yang berarti lebih bagus dibanding mode Sony A7R III dan A7R IV, dan sama dengan EOS R5. Dengan sensor dual-gain, dia mengetahui sebagian kecil noise saat memfoto di bawah ISO 3200, jadi Anda masih bisa ambil photo dengan ISO 12.800, walau noise selanjutnya bertambah secara berarti. Untuk JPEG, algoritma pengurangan noise Sony lakukan tugas yang paling baik pada kurangi noise dan detil secara baik.

Video Review Sony A1

Review Sony A1 sanggup record video dan photografi dan mempunyai permasalahan pemanasan yang lebih serius dibanding R5. Sony jamin 30 menit alat rekaman 8K tiada henti, tapi saya bisa memfoto sepanjang sekitaran satu jam pada temperatur ruang saat sebelum saya mematikannya. Sesudah saya keluarkan battery dan kartu memory dan wafatkannya sepanjang lima menit, saya bisa memfoto sepanjang satu jam kembali. lebih baik dari R5, baik pada hal keseluruhan pendataan dan waktu rekondisi.

Walau R5 tidak mempunyai alat rekaman RAW intern dan bandwidth tinggi, A1 hasilkan alat rekaman 10-bit di semua model video, terhitung 8K. A1 tawarkan seperti sepakat, karena R5 mempunyai detil yang sedikit lebih bagus, tapi file A1 lebih kecil serta lebih gampang dipakai. Bila Anda memerlukan resolusi terbaik, A1 bisa mengekspor file 4K RAW, dan Atomos belakangan ini melaunching penyempurnaan firmware yang memberikan dukungan feature ini pada alat rekam Ninja V.

Seperti photo, A1 mempunyai topik dan pencarian mata hewan / manusia untuk video, dan mekanismenya cepat, responsive, dan handal. Ini pas dengan R5, dan sebenarnya saya tidak paham yang mana lebih bagus – ke-2 nya mempunyai AF video yang baik sekali, jadi lebih baik dibanding merk lain.

Penstabil gambar lima sumbu benar-benar baik untuk alat rekaman video manual sepanjang Anda tidak bergerak terlampau cepat. Saya tidak memakainya bila Anda jalan atau bergerak cepat sekali. Di lain sisi, R5 memungkinkannya Anda untuk jalan dan logon sepanjang Anda cukup lancar. Sudah pasti, tidak ada yang dapat gantikan rambut gimbal Anda.

Kamera Sony A1

Sebagai alternative, Review Sony A1 Anda bisa memakai A1 dalam model giroskop dengan penstabil optik dimatikan. Anda selanjutnya masuk ke Sony Catalyst Browse dan itu akan memantapkan rekaman dengan lumayan baik, seperti SteadXP atau produk stabilisasi piranti lunak khusus yang lain.

Video 8K diambil sampelnya dari 8.6K hingga benar-benar tajam. Tetapi, video 4K sensorik penuh mempunyai feature binning pixel, jadi tidak sesimpel model 4K kualitas tinggi R5. Bila Anda memakai pemotongan APS, Anda bisa ambil ambil contoh 4K tanpa pengikatan pixel.

A1 memberikan dukungan semua model S-Log Sony (S-Log, S-Log2 dan S-Log3), memungkinkannya kenaikan yang berarti dalam bentang aktif, khususnya dengan penataan paling akhir. Ini memungkinkannya HDR dibuat dan tawarkan ruangan extra untuk ambil sasaran atau semakin sedikit, hingga mengembalikan detil. Harus diingat jika penataannya dapat sedikit sulit, khususnya untuk S-Log3.

Tidak seperti camera mirrorless Sony yang lain, A1 memberikan dukungan alat rekaman S-Cinetone, yang dipinjamkan dari penawaran camera bioskopnya. Ini memberinya bentang aktif yang pas dan, tidak seperti sasaran S-log, kelihatan langsung dari camera. Akan tetapi, penting untuk menjelaskannya secara benar, karena tingkat saturasi bisa berbeda secara mencolok bila sasaran terlampau jelas atau kurang cukup jelas.

Saya kerap mengomentari camera Sony untuk jendela video model jelek. Tetapi, dengan membaca sensor cepat A1, scroll rana lebih sedikit dibanding mode awalnya. Bahkan juga dalam model 8K, ini nyaris tidak kelihatan terkecuali bila camera atau subyek bergerak cepat sekali.

 

Warp-up

Review Sony A1 Secara singkat, Sony A1 ialah camera mirrorless paling kuat yang sempat dibikin, pada harga $ 6.500. Ini memvisualisasikan kekuatan tehnologi Sony yang mengagumkan, memberinya deskripsi mengenai masa datang barisan mirrorless.

Tapi apa Anda akan menaklukkan Canon R5? Kecepatan video dan ambil gambar yang mengagumkan ialah sedikit keuntungan, tapi akan susah untuk banyak orang untuk benarkan bayar extra $ 2.500 untuk performa yang lumayan baik. Plus tambahan $ 500, Anda bisa juga memperoleh video dan camera “hybrid” dengan pembelian Sony A7S III dan A7R IV.

Pasar khusus camera ini ialah photografi olahraga, tindakan, dan permainan professional. Untuk maksud ini, A1 mempunyai kecepatan mengagumkan dan konsentrasi automatis yang handal, dan photo resolusi tinggi ialah bonus besar untuk pemotongan.

Fragmen benar yang lain ialah alat rekaman video 8K khusus. Karena tidak ada permasalahan panas berlebihan yang serupa seperti Canon R5, A1 sebetulnya pantas memperolehnya. Disaksikan dengan langkah ini, A1 sebetulnya adalah camcorder 8K paling murah yang ada.